Senin, 28 Desember 2009

tanya jawab hati, pikiran dan aku...

apa yang harus aku lakukan agar kau tak terus merasa sakit wahai hati?...

apa yang harus aku lakukan agar kau tak terus merasa pusing wahai otak?...

hati menjawab :
"satu jawaban pasti wahai anak muda....
kau harus lebih baik dari sebelumnya...
kau harus lebih bermakna dari sebelumnya...
kau harus lebih mementingkan diri mu sedikit saja....

tahukah kamu?... kau hanya terus menyakitiku... kau hanya terus membuatku sakit!...
aku diciptakan bukan untuk berhubungan dengan manusia....
tapi aku adalah penimbang... aku adalah bagian dari ke maha adilan-Nya!...
aku adalah penghubung antara kau dan DIA... bukan kau dan dia atau mereka....
tahukah kamu?... kenapa aku diciptakan cuma satu?....
itu bukan karena untuk kau mencarinya ke manusia lain.....
tapi untuk menyatukanku dengan TUHAN mu!!... ALLAH SWT!!!....

tahukah kamu?... kau terus membantu orang lain.... membantu dia dan mereka... yang bagimu sangat berharga...

tpi coba lihat mereka?... apa mereka menghargai mu?.... apa mereka membantumu saat kau susah?... apa mereka tahu kalau kamu sedang resah?.... apa ada ucapan terima kasih yang tulus sedikit saja yang mereka ucapkan???... jarang kan?... dan itu membuatku sakit....
kau lebih mementingkan mereka dibanding dirimu..... itu salahmu....
kau lebih mementingkan benda-benda duniawi dibanding dirimu... itu jelas salahmu...
kau lebih mementingkan mereka dibanding TUHAN mu!!... itu MUTLAK SALAH mu!!!....

berubahlah wahai anak muda... buat aku semakin dekat dengan-Nya... buat aku bahagia....."

otak menjawab :
"hahaha.... kau bodoh!!....
kau hanya tau memikirikan kata2 yang bermakna untuk orang lain....
tapi kau tak tahu menjalankannya untuk dirimu...
kau hanya memikirkan orang lain....
tapi kau meninggalkan dirimu....
kau hanya terus berbohong pada dirimu....

kau tidak pernah menggunakanku saat kau butuhkan.... kau hanya menggunakanku saat kau inginkan....
itulah kebodohan mu anak muda....

harusnya kau bisa tahu... untuk apa aku ini.... aku diciptakan untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan duniawi dikepalamu... melalui mereka sesama manusia... saudara-saudaramu....
aku penghubung antara kau dan saudara-saudaramu (manusia)...

buat aku bermakna dan berguna untuk dirimu sendiri... jangan cuma untuk mereka...."

aku menjawab :
"kalau begitu...
wahai hati tunjukkan aku jalan menuju-Nya... akan kuantarkan kau pada-Nya...
wahai otak tunjukkan aku cara dan waktunya... dan asal kau tahu... kau sangat berharga dan berarti dalam hidupku...
terima kasih..."

mau mencobanya?... enakloh... menenangkan hati... dan pikiran...

lagu yg bermakna bagiku...

"jelaskan padaku isi hatimu♪♫~....
seberapa besarkah kau yakin padaku♪♫~....
untuk tetap bisa bertahan denganku♪♫~....
menjaga cinta ini♪♫~~....

pertengkaran♪♫~....
yang terjadi♪♫~....
seperti semua salahku♪♫~....

mengapa slalu aku yang mengalah♪♫~....
tak pernahkah kau berfikir♪♫~....
sedikit tentang hatiku♪♫~....
mengapa ku yang harus slalu mengalah♪♫~~....
pantaskah hatiku masih bisa bersamamu♪♫~~....."
seventeen- selalu mengalah...

lagu ini adalah lagu yang pernah kunyanyikan didepan seorang sahabat.... sebagai ungkapan perasaanku saat itu... yang kurang lebih sama dengan yang tersirat dalam lirik itu....
lagu terakhir yang kunyanyikan dengan gitar di pelukanku....

lagu yang kunyanyikan untuk seseorang yang pernah sangat berharga... aku kehilangan dirinya karena sesuatu yang saat itu sama sekali tak ku mengerti.... yah... kemarahannya sungguh tak jelas darimana datangnya....

dan ternyata... yang membuatnya marah... yang membuat kami terpisah....
ternyata orang-orang yang juga pernah sangat berharga di hidupku....

whatever.... kejadian itu adalah guru yang sangat bijak... dan pengalaman yang sangat berharga dalam hidupku....

kenyataan dimana mayoritas mengalahkan minoritas...
kenyataan dimana kebenaran yang nyata bkn beradasar pada fakta yang ada....
kenyataan dimana bahkan sahabat-sahabat terdekatpun bisa menjadi musuh di luar selimut..... XD

berbeda....

kau dan aku....
jalan hidupmu dan jalan hidupku...
tempatmu dan tempatku....
caramu dan caraku...
segala yang kau miliki dan segala yang aku miliki...
jelas berbeda....

jalan kita jelas berbeda....
proses dari apa yang kita mulai jelas berbeda...
apa yang kita pilih jelas berbeda....
meski mungkin kita mengawali bersama... mengakhirinya bersama... dan dengan tujuan yang sama....

apa yang membuat prosesnya berbeda?...
apa yang membuat jalannya berbeda?....
misalnya...
kita berada di dalam satu kasus yang persis sama.... dan dalam kasus ini tak ada arah yang pasti... semua memungkinkan untuk jadi lebih baik... aku memilih jalan yg ini dan kau memilih jalan yg itu... aku memilih cara yang ini dan kau memilih cara yang itu... aku memilih untuk pergi dan kau memilih untuk tetap tinggal.... aku memilih untuk berjalan dan kau memilih untuk berlari... tapi pada akhirnya kita bertemu di tempat tujuan kita.... meski salah satu di antara kita agak terlambat... tapi pengalaman yang kita miliki berbeda-beda....

hal itu yang membuat orang yang lain bingung akan apa yang kita pertentangkan... karena semua yang kita katakan... atau lakukan terlihat benar....

mengapa bisa seperti itu?...
karena kita...
kau melakukannya dengan jalanmu, caramu, dan kemampuanmu... dan berakhir dengan baik....
dan aku melakukannya dengan jalanku, caraku dan kemampuanku... dan berkhir dengan baik pula....
kita sama-sama berakhir dengan baik....

tapi aku tak percaya dengan caramu... karena aku telah melaluinya dengan caraku dan berakhir baik....
begitupun kau.... tak percaya dengan caraku... karena kau telah melaluinya dengan caramu dan berakhir dengan baik....

hanya saja....
jalan dan cara dimana dampak negatif menuju ke akhir yang baik itu berkurang.... itulah yang dicari...

tapi ingatlah kawan.... semakin besar kemungkinan untuk mengakhirinya dengan baik.... maka semakin besar pula resiko dan pengorbanan yang akan kita alami....

kau tahu kawan?... sosok manusia yang dewasa dalam pikiran dan tindakannya.... terlahir dari pengorbanan yang sangat besar.... dan sosok manusia yang pikiran dan tindakannya sama sekali tidak dewasa juga terlahir dari pengorbanan yang sangat besar... yang membuatnya berbeda adalah semangat....
darimana semangat itu?... dari apapun dan siapapun yang ada disekitarmu...
tapi kawan.... semangat dari dirimu sendiri adalah semangat yang paling hebat dan paling mahal....


jika kau kehilangan sesuatu atau seseorang yang sangat berharga dalam hidupmu...
jika kau kehilangan sesuatu atau seseorang yang membuatmu sangat berarti...
itulah pengorbananmu.... jangan sia-siakan pengorbanan itu... pelajari lebih dalam apa yang membuat kau kehilangannya.... temukan jawabannya.... dan cari kuncinya....
jika memang kehilangannya lebih baik untukmu nantinya... kenapa harus kembali?... jangan kembali... jangan berjalan kebelakang... melihat kebelakang saja sudah cukup....
dan segala pengorbananmu... adalah awal dari perjalanan baru... hasil dari pengorbananmu....

atau mungkin kau ingin membuat jalan yang baru?... jauh dari jalan-jalan yang selama ini orang katakan padamu?.... dan mungkin itulah jalanmu.... dan mungkin itu bisa menjadi sebuah kunci baru untuk mereka yang bingung akan arah dan tujuannya....

maaf...

maaf untuk setiap huruf yang meresahkan...
maaf untuk setiap kata yang mengusik....
maaf untuk setiap kalimat yang menyinggung....
maaf untuk setiap langkah yang mengusikmu...

maafkan aku, teman-temanku...
maafkan aku, sahabat-sahabatku....
maafkan aku, kau yang hanya mengenalku...
maafkan aku, kau yang tak mengenalku...
maafkan aku, kau yang pernah bertemu/berpapasan denganku...
maafkan aku, kau yang kubenci.....

maafkan aku atas segala kesalahanku...
maafkan aku atas segala yang merugikanmu....
maafkan aku atas segala kecerobohanku...
maafkan aku atas segala kekeliruanku...
mungkin aku tak sadar kalau itu salah...
dan mungkin aku memang tahu kalau itu salah... tapi aku terbawa emosi...

maafkan aku atas apa yang kulakukan...
baik secara langsung, tidak langsung, sengaja, tidak sengaja, tersirat maupun tersurat....

aku takut...

Aku tak takut mati.....
Aku benar-benar tak takut akan mati.....
Aku bisa terima bagaimanapun caranya....
Aku bisa terima apapun yang membunuhku...

Tapi sungguh.....
Aku takut waktuku tak banyak.....
Aku takut waktuku tak cukup banyak untuk membayar semua prilaku buruk ku....
Aku takut waktuku tak cukup banyak untuk berbuat baik....
Aku takut waktuku tak cukup banyak untuk mendekatkan diri pada-Nya...
Aku takut waktuku tak cukup banyak untuk menawarkan rasa kecewa-Nya...

Aku takut tak sempat membalas mereka yang baik padaku?....
Aku takut tak sempat mengucapkan maaf pada kalian, mereka, dia dan DIA?....
Aku takut tak sempat mengucapkan selamat tinggal pada semuanya....

Aku takut tak banyak hal berguna yang kulakukan....
Sungguh... aku takut akan waktuku yang terus menipis....

Aku tahu kapan aku mengawali waktuku di hidup ini....
Tapi aku tak tahu kapan aku akan mengakhirinya....
Dan sepertinya itu karena aku belum mengalaminya.....

dan aku tak takut untuk mengalaminya...
aku tak takut akan akhir hidupku... yang kutakutkan hanya waktu..... waktuku yang tak pernah cukup......

Jumat, 27 November 2009

aku... kamu... dan waktu....

waktulah yang akan menjawabnya...
waktulah yang akan menjawab semua yang kau pertanyakan....
waktulah yang akan menyelesaikannya....
siapa bilang???....

waktu tak pernah menjawab...
waktu itu bisu...
waktu itu tak berperasaan...
waktu takkan menyelesaikan masalahmu....
waktu hanya akan terus berputar... tanpa peduli dgn keadaan mu.... takkan peduli dengan rasa sesalmu.... dan takkan pernah mengasihanimu...
dan ungkapan di atas... hanyalah kata2 yang keluar dari mulut seseorang yang putus asa.... mati akal... dan tak tau arah....

yang mengubah semuanya adalah kamu....
diri kamu sendiri.... kalau nantinya pertanyaan mu terjawab... itu karena kamu... karena yg telah kau lakukan... karena usahamu untuk mencari jawabannya.... ataukah... orang lain yang membantumu untuk menjawabnya...

aku memang sempat berfikir seperti itu... tapi sejak aku mengenal waktu lebih dekat... aku tahu sifatnya... dan sejak saat itu pula... aku tak mau berkompromi dan berharap pada waktu....

karena ku tahu... harapan satu-satunya yang bisa aku percaya adalah diriku sendiri.... bukan dia... bukan mereka... dan bukan siapapun yang tidak, pernah, masih ataupun yg ku kenal....

kalau aku tersudut.... dan bangkit... itu bukan karena waktu!...
kalau aku terjebak....dan terlepas... itu bukan karena waktu!!....
kalau aku sedih.... dan tertawa.... itu bukan karena waktu!!!....
kalau aku tersesat... dan tersadar... itu bukan karena waktu!!!!....
itu karena aku... atau orang disekitarku...

karena waktu selalu memberi kesempatan di setiap detiknya... dan setiap detiknya adalah sebuah kisah bersambung untuk detik berikutnya....

dan berbahagialah orang-orang yg memanfaatkan waktunya se efektif dan efisien mungkin.....(nb : "mempersingkat waktu" tak ada yg bisa mempersingkat waktu)...

jadi.... pahamilah waktu.... mengerti dirinya... dan manfaatkan dia.... jgn melawan waktu.... karena waktu tak tergoyahkan....
karena suatu saat kau takkan punya waktu lagi... takkan ada kesempatan lagi.... jgn sampai waktu mu dihabiskan untuk sesuatu yang merugikan....
buatlah orang-orang tersenyum... bangga... dan berterima kasih kepadamu... saat waktumu telah habis....

Sabtu, 21 November 2009

keterkaitan antara konstitusi dan UUD 1945menurut miriam budiardjo

miriam budiardjo :“Meskipun demikian, rumusan UUD 1945 cukup memberikan kerangka konstitusional untuk dipakai dalam menghadapi masa depan. Perumusannya juga tidak mengekang generasi-generasi baru untuk berkembang sesuai dengan tuntutan zamannya…”


“Sekalipun sifatnya tidak mengikat secara yuridis, namun Deklarasi ternyata mempunyai pengaruh moral, politik dan edukatif yang tiada taranya. Sebagai lambang “komitmen moral” dunia internasional pada perlindungan hak asasi manusia Deklarasi menjadi acuan di banyak Negara dalam undang-undang dasar, undang-undang serta putusan-putusan hakim.”



Tidak hanya komentar positif yang dapat pembaca temukan, namun komentar negatif dapat pembaca temukan pula, seperti dalam paragraf penutup pembahasan sumber kekuasaan pada halaman 63, dalam buku tercetak:



“Ketidak seimbangan ini sering menimbulkan ketergantungan (dependency); dan lebih timpang hubungan ini, lebih besar pula sifat ketergantunagnnya.”



Kendatipun buku Dasar-dasar Ilmu Politik edisi revisi ini memiliki banyak keistimewaan dan telah menjadi buku wajib mahasiswa Ilmu politik di Indonesia, namun masih ada sedikit kekurangan yang ada baiknya tidak dibiarkan begitu saja dan diharapkan untuk diperbaiki atau ditambahkan. Kekurangan ini berupa ketidak tepatan istilah, kekurangan data dan contoh serta istilah asing yang terlewatkan tanpa padanan kata dalam bahasa Indonesia yang tidak seperti umumnya, kekurangan ini nantinya memberikan tanda tanya pada pembaca.

Ketidak tepatan istilah dapat kita temui dalam pembahasan Pergantian UUD pada halaman 182, dalam bahasan perkembangan UUD yang terdiri atas 5 (lima) poin, dalam poin kedua menjelaskan UUD Indonesia ketika masa Republik Indonesia Serikat (RIS), sebaiknya istilah yang dipakai dalam pembahasan UUD ini ialah konstitusi RIS bukan UUD RIS.

Selnajutnya, kekurangan data dapat kita temui dalam pembahasan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (1948) pada halaman 219, dalam menguraikan Deklarasi ini tidak kita dapatkan waktu dan tempat serta perancang teks Deklarasi ini. Padahal, dengan dilengkapi waktu dan tempat tentu para pembaca akan lebih paham alasan kenapa hari HAM sedunia jatuh pada tanggal 10 Desember, Deklarasi yang terjadi di Paris pada 10 Desember 1948 dengan perumus Illear Rosevelt, ibu Negara Amerika Serikat sekaligus ketua Commission on Human Rights (CHR) di PBB pada saat itu, sepatutnya ditulis secara jelas.

Kekurangan data lainnya juga dapat ditemui dalam pembahasan Pergantian UUD pada halaman 178, dalam bahasan Pergantian UUD yang terdiri atas 5 (lima) poin, dalam poin keempat menjelaskan UUD 1945 di tahun 1959 mulai berlaku secara keseluruhan NKRI termasuk Irian Barat, faktanya Irian Barat masuk dalam kategori memberlakukan UUD 1945 dimulai pada 1 Maret 1963, ada baiknya dilakukan pemisahan poin berlakunya UUD 1945 berdasar wilayah demi menjadga kevalidan data.

Patut menjadi perhatian pula adalah contoh yang terlewatkan dibahas dan kurang mendapat pembahasan yang tepat, diantara kekurangan ini dapat kita temui dalam pembahasan Ciri-Ciri Undang-Undang Dasar pada halaman 178, dalam bahasan ciri-ciri UUD yang terdiri atas 5 (lima) poin, dalam poin keempat menjelaskan UUD Federal dan mengkaitkan pada UUD Federal Jerman, alangkah baiknya contoh yang diberikan dalam hal ini tidak sekadar contoh dari Negara Jerman saja, pasalnya di Negara Indonesia juga UUD Federal pernah berlaku, dengan pencontohan UUD Federal Indonesia tentu para pembaca lebih memahami UUD Federal dan perkembangan UUD Indonesia.

Terakhir, meskipun sedikit namun perlu diperhatikan dalam buku ini, ialah tidak dicantumkannya padanan kata dalam bahasa Indonesia untuk beberapa istilah asing, mungkin ini hanya kata-kata yang terlewatkan, karena pada umumnya setiap istilah asing mendapat padanan seimbang dari bahasa Indonesia. Istilah aristokrat dalam halaman 190, kodifikasi dalam halaman 182 dan vassal serta lord dalam halaman 109, agaknya perlu mendapat perician terjemah bahasa Indonesia.

Dengan segala kelebihan dan sedikit kekuranagan dalam buku ini, pantaslah dengan bobot ilmiah yang sangat berharga, edisi revisi buku Dasar-dasar Ilmu Politik yang ditulis oleh ilmuwan politik senior sekaligus pelaku politik ini lebih komprehensif dan lebih enak dibaca oleh siapa pun yang ingin memperoleh gambaran menyeluruh tentang ilmu politik beserta implimentasinya. Baik untuk kalanagn mahasiswa ataupun khalayak umum yang ingin mempelajari ilmu politik.




Menurut Miriam Budiardjo ada bermacam-macam istilah demokrasi, antara lain demokrasi konstitusional, demokrasi parlementer, demokrasi rakyat, demokrasi liberal, demokrasi Pancasila, dan lain sebagainya. Akan tetapi, dari sekian banyak aliran itu hanya ada dua kelompok aliran yang paling penting, yaitu demokrasi konstitusional dan demokrasi komunis.


Menurut Miriam Budiardjo, setiap Undang-undang Dasar / Konstitusi memuat ketentuan-ketentuan sebagai berikt :

1. Organisasi Negara. Misalnya: pembagian kekuasaan antara badan Eksekutif, Legeslatif dan Yudikatif. Masalah pembagian kekuasaan antara pemerintah pusat / pemerintah federal dengan pemerintah daerah / pemerintah negara bagian; Prosedur penyelesaian masalah pelanggaran yurisdiksi lembaga negara.

2. Hak-hak asasi manusia

3. Prosedur mengubah Undang-undang dasar

4. Adakalanya memuat larangan untuk mengubah sifat-sifat tertentu dari Undang-undang Dasar.(“Perlukah Non-derogable Rights masuk UUD 1945”, Miriam Budiardjo, hal 413 –416, Analisis CSIS Tahun XXIX/2000 No. 4.)